Puisi ini hanya ada satu buah...bercerita tentang semedi. Sebuah aktifitas yang kadang kita lakukan sebagai bagian ritus keberTuhanan. Inspirasi puisi ini adalah kehebatan seorang wanita yang mampu menaklukan jaman, menaklukan pendirian dan pasrah pada keadilan batin yang ditemukannya, dalam cinta. Hidup memang tak sepi benar...karena Tuhan tak ingin tak berurusan. Hidup tak riuh benar, karena Tuhan adalah Mawar Kebeningan. Dan semedi adalah cinta Tuhan Yang Maha Bening yang harus kita cari, kita siasati di tengah riuh canda anak, keponakan dan semesta rawan....
Selamat menikmati
Semedi
Sesaat petang usai
Sehempas nafas bukit perona mawar
Memeluk punggung pengejan reda
Ada yang tak rebah oleh detak
Ada yang tak retak oleh waktu
Sapa tah biasa rindu
Setajuk gelung rambut saji pepadang
Menggerai malam abu-abu rindu sewindu
Ada yang tak rebah oleh resah
Ada yang tak retak oleh sayu
Jatiwaringin, 03 Agustus 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar